Penyebab Si Kecil Berkacamata
Minusnya mata anak disebabkan beberapa faktor, antara lain:
Genetik
Faktor genetik sangat berpengaruh. Orangtua yang mempunyai sumbu bola mata panjang besar kemungkinan akan mempunyai anak dengan sumbu bola mata yang sama. Dengan kata lain kalau Bunda dan suami berkacamata maka kecenderungan si kecil berkacamata semakin besar. Genetik bukan hanya dari generasi pertama (Bunda dan Ayahnya) tetapi juga sanggup dari kakek atau neneknya.
Pola makan ketika Bunda hamil
Ternyata contoh makan ketika Bunda hamil sangat memilih kesehatan matanya kelak. Kekurangan vitamin A dan C semasa dalam kandungan sanggup mengganggu pembentukkan organ matanya. Konsumsilah vitamin A dan C dengan teratur untuk pembentukkan retina matanya.
Jarak dan durasi melihat screen
Melihat screen (televisi, komputer, dll) terlalu usang apalagi dengan jarak yang terlalu bersahabat sanggup merusak mata anak. Berikan jarak minimal 6 x diagonal televisi. Misalnya televisi Bunda berukuran 29 inchi, maka jarak amannya 6 x 29 = 174 inchi atau sama dengan 4,35 meter. Begitu juga dengan durasi, bila terlalu usang akan merusak matanya. Awasi anak biar tak lebih dari 2 jam sehari menonton televisi.
Kalau mata si kecil sudah positif minus mau tak mau Bunda harus segera membelikannya kacamata. Semakin cepat ia menggunakan kacamata semakin lambat pertambahan minusnya. Namun, bila minusnya hanya setengah dan ia tak mengeluh pusing tidak menggunakan kacamata tidak apa-apa. Sebaliknya bila ia mengeluh pusing meski gres minus setengah kacamata sangat diperlukan. Kacamata membantu bayangan benda jatuh sempurna di retina sehingga penglihatannya kembali normal.
Tips :
- Pilih kacamata yang khusus untuk anak sehingga ia tak tampak lebih dewasa.
- Jangan mencari jalan keluar dengan Lasik. Teknologi lasik tak sanggup dilakukan pada anak 3-5 tahun melainkan di atas 20 tahun.
Komentar
Posting Komentar