Infeksi Kanal Kemih
Infeksi susukan kemih merupakan salah satu persoalan kesehatan serius yang terjadi pada jutaan orang setiap hari. Infeksi pada susukan kemih merupakan infeksi kedua tersering yang terjadi pada badan manusia. Di Amerika Serikat, infeksi susukan kemih (ISK) merupakan penyebab 8,3 juta kunjungan ke dokter setiap tahunnya. Wanita secara khusus lebih gampang mengalami ISK dengan alasannya yang belum sepenuhnya diketahui. Seorang perempuan rata-rata mengalami 5 kali ISK sepanjang hidupnya. Kejadian ISK pada laki-laki tidak sesering pada wanita, tetapi bila seorang laki-laki mengalami ISK maka sanggup menjadi berat.
Apa penyebab ISK?
Normalnya, air seni (urin) itu steril atau bebas dari kuman (bakteri), virus, dan jamur, namun mengandung cairan, garam, dan zat-zat sisa. Infeksi pada susukan kemih terjadi bila organisme mikro, biasanya kuman dari susukan cerna, berpindah ke ujung susukan kemih (utetra) yang terbuka dan mulai berkembangbiak. Uretra ialah susukan yang mengalirkan urin dari kandung kemih keluar tubuh. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh satu tipe bakteri, Escherichia coli (E. coli), yang normalnya hidup di usus besar.
Siapa yang berisiko?
Beberapa orang lebih gampang mengalami ISK dibanding yang lain. Semua kelainan di susukan kemih yang menghambat anutan urin (batu ginjal atau kelainan bawaan) sanggup menjadikan terjadinya infeksi. Prostat yang membesar pada laki-laki juga sanggup memperlambat anutan urin, dan meningkatkan risiko infeksi.
Penggunaan kateter, suatu selang yang diletakkan di kandung kemih dan uretra, pada seseorang yang tidak sanggup berkemih atau yang tidak sadar atau yang sedang sakit kritis, juga akan meningkatkan risiko ISK. Seorang yang mengidap diabetes (penyakit kencing manis) memiliki risiko tinggi mengalami ISK lantaran perubahan sistem imunitas atau pertahanan tubuhnya, juga mereka yang menderita penyakit yang menekan sistem daya tahan tubuh.
Pada perempuan dewasa, angka kejadian ISK meningkat secara gradual seiring bertambahnya usia. Para jago masih belum sanggup memastikan mengapa perempuan lebih sering mengalami ISK dibandingkan pria. Salah satu faktor yang mungkin ialah uretra perempuan lebih pendek, yang memudahkan kuman untuk cepat hingga di kandung kemih. Selain itu, ujung uretra perempuan lebih akrab ke sumber kuman yaitu anus dan vagina. Pada beberapa wanita, relasi seksual sanggup mencetuskan terjadinya infeksi, walaupun belum terperinci benar prosedur yang mendasarinya.
Apa saja tanda-tanda ISK?
Tidak semua orang yang mengalami ISK mencicipi gejala, namun sebagian besar mencicipi beberapa gejala. Beberapa tanda-tanda ISK diantaranya perasaan ingin berkemih yang sering (beser) dan rasa nyeri atau rasa terbakar di kawasan kandung kemih dan uretra selama berkemih. Air seni kadang kala tampak berwarna keputihan atau keruh, bahwa kemerahan bila terdapat darah. Biasanya, ISK tidak menjadikan demam bila terjadi hanya di kandung kemih dan uretra. Adanya demam mengatakan bahwa infeksi mungkin sudah mengenai ginjal. Gejala lain infeksi yang mengenai ginjal diantaranya nyeri di pinggang, mual, atau muntah. Pada seorang berusia lanjut, kadang kala tidak ada tanda-tanda spesifik yang terjadi bila mereka mengalami ISK. Perubahan mental atau kesadaran yang terganggu sering merupakan satu-satunya tanda-tanda ISK pada usia lanjut.
Bagaimana mendiagnosis adanya ISK?
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami ISK, selain akan menanyakan gejala-gejala tersebut di atas, dokter akan meminta investigasi urin untuk mendeteksi adanya bisul atau bakteri. Pasien akan diminta untuk mengumpulkan sample urinnya, yang dilakukan sehabis pasien membersihkan kawasan genitalnya, dan yang dikumpulkan ialah urin “porsi tengah” pada wadah yang steril. Membersihkan kawasan genital dan mengumpulkan urin “porsi tengah” merupakan cara biar tidak terjadi kontaminasi oleh kuman lain yang akan menghipnotis hasil pemeriksaan. Bisanya, sampel urin akan dikirim ke laboratorium, kadang kala di tempat praktek dokter ada juga alat untuk memeriksanya.
Pada investigasi urinalisis ini, urin diperiksa terhadap adanya sel darah putih, sel darah merah, dan bakteri. Bila diduga ada kuman di urin, investigasi selanjutnya ialah mengembangbiakkan (mengkultur) kuman tersebut sehingga diketahui jenisnya dan dilakukan tes terhadap sensitivitas kuman tersebut terhadap aneka macam jenis antibiotika (tes sensitivitas).
Bagaimana mengobati ISK?
Infeksi susukan kemih diobati dengan antibiotic. Pemilihan jenis dan lamanya pinjaman antibiotika tergantung pada riwayat perjalanan penyakit dan tes urin untuk mengidentifikasi kuman penyebab. Tes sensitivitas sangat berkhasiat untuk membantu dokter memeilih antibiotika yang paling efektif. Seringkali, ISK sanggup sembuh hanya dengan 1 atau 2 hari pengobatan jikalau infeksi tidak berkomplikasi oleh adanya sumbatan atau kelainan lain. Namun umumnya dokter akan meminta pasien untuk meminum antibiotika selama 1 atau 2 ahad untuk memastikan infeksi sudah benar-benar sembuh. Pemeriksaan urinalisis ulangan akan membantu mengkonfirmasi bahwa susukan kemih sudah bebas infeksi. Sangat penting untuk melaksanakan pengobatan secara lengkap, lantaran tanda-tanda mungkin sudah hilang meskipun infeksi belum sepenuhnya hilang. several weeks of antibiotic treatment. In such cases, kidney infections rarely lead to kidney damage or kidney failure unless they go untreated.
ISK berulang pada perempuan
Wanita yang sudah mengalami tiga kali ISK umumnya akan mengalami ISK kembali. Empat dari 5 perempuan mengalami ISK berulang sehabis 18 bulan ISK. Seorang perempuan yang telah mengalami lebih dari tiga kali ISK sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat beberapa alternatif pilihan pengobatan menyerupai dibawah ini :
- Mengkonsumsi antibiotik takaran rendah setiap hari selama 6 bulan.
- Mengkonsumsi antibiotik takaran tunggal sehabis melaksanakan relasi seks
- Mengkonsumsi antibiotik selama 1-2 hari dikala timbul tanda-tanda ISK
Berikut ini ialah beberapa tips untuk mencegah terjadinya ISK :
- Minumlah air dalam jumlah cukup setiap hari
- Jangan menahan buang air kecil dikala anda merasa sangat ingin buang air ekcil
- Basuhlah/keringkan kawasan vagina anda dari arah depan ke arah belakang sehabis anda buang air kecil untuk mencegah kuman masuk ke dalam vagina atau ureter
- Gunakanlah air mengalir, hindari air dari dalam kolam untuk membersihkan vagina
- Bersihkanlah kawasan vagina sebelum anda melaksanakan relasi sex
- Hindari memakai spray pembersih vagina lantaran sanggup menciptakan iritasi ureter
Infeksi selama Keamilan
Wanita hamil berisiko untuk menderita ISK. Beberapa penelitian melaporkan sekitar 2-4% perempuan hamil menderita ISK. Menurut para ahli, adanya perubahan hormonal dan perubahan posisi susukan kemih selama kehamilan menciptakan kuman lebih gampang untuk masuk ke ureter dan ginjal. Oleh lantaran itu, perempuan hamil dianjurkan untuk memeriksakan urin secara periodik selama kehamilan.
Komentar
Posting Komentar