Merawat Bayi Gres Lahir

 Kenapa pula bokongnya  kerap berwarna merah Merawat Bayi Baru LahirBerapa kali sehari, sih, bayi harus dimandikan? Kenapa pula bokongnya kerap berwarna merah? Perlukah kita membersihkan pengecap si kecil? Nah, simak balasan andal mengenai pertanyaan yang kerap Anda lontarkan.


Merawat bayi memang bukan pekerjaan mudah. Padahal bila tak dirawat dengan benar dan kebersihannya tak dijaga, tubuhnya bakal rentan terhadap banyak penyakit. Bagian badan mana saja yang penting dirawat dan dijaga kebersihannya?




TALI PUSAT


Perawatan tali sentra pada bayi gres lahir harus diperhatikan betul, alasannya ialah tempat ini gampang sekali terkena infeksi. Libatkan pangkal tali sentra dengan kasa steril yang dibasahi alkohol 70 persen. Ingat, pangkal tali sentra harus tertutup rapat. Lakukan dua kali sehari. Jaga supaya kasa steril senantiasa lembab.


Jika tali sentra yang belum putus tak sengaja terkena air ketika bayi dimandikan, keringkan dengan cotton buds atau kasa steril, kemudian beri alkohol 70 persen.


Jangan bubuhi ramuan apa pun pada pangkal tali pusat. Cukup alkohol 70 persen, lantaran tak mengandung zat-zat racun yang sanggup diserap badan bayi. Selain itu, alkohol sanggup membunuh basil dan mengeringkan pangkal tali pusat, sehingga pangkal tali sentra menciut dan jadinya puput atau putus. Umumnya, tali sentra akan putus antara 1-2 ahad sesudah kelahiran, tapi sanggup juga terjadi lebih dini atau lebih lambat.




MATA


Di sini terdapat sumber air mata yang terletak di atas mata. Setiap 3 detik, sumber air mata mengeluarkan air mata, yang kemudian mengalir ke jalan masuk di ujung tengah mata akrab hidung. Pada bayi gres lahir, lantaran di kandungan belum pernah menangis, maka sumber air mata belum berproduksi. Jadi, salurannya masih tertutup. Bisa juga, kadang terbuka tapi kemudian menutup lagi, sehingga airmata yang seharusnya sudah mengalir jadi tergenang.


"Air mata ini 'aneh'. Dia membunuh basil untuk beberapa menit, tapi sesudah lewat beberapa menit, ia tak membunuh lagi, malah menjadi kuliner kuman. Jadi, bila air mata tergenang atau tak mengalir, tumbuhlah kuman-kuman yang kemudian mengakibatkan tahi mata. Itu sanggup membahayakan kornea," terang dokter seorang andal anak yang juga praktek di RS International Bintaro ini.


Karena itu perlu dilakukan pemijatan di area sudut mata dengan menggunakan jari yang tak berkuku panjang atau cotton buds yang dibasahi air matang. Pijat lembut dari sudut mata ke bawah dan ke arah hidung, selama 5-10 kali. Lakukan lebih kurang 2 minggu, lantaran sesudah itu, umumnya jalan masuk air mata telah terbuka tetap dan berfungsi. Untuk membersihkan tahi mata, gunakan kapas steril yang dibasahi air matang. Selalu gunakan satu kapas steril untuk tiap mata.



KULIT


Kulit insan harus dibersihkan, lantaran merupakan "makanan empuk" bagi kuman-kuman kulit. Bayi gres lahir minimal dimandikan sehari sekali lantaran ia belum tahan dingin. Entah dengan cara berendam di kolam mandi atau dilap dengan waslap berair yang sudah diberi sabun bayi. "Pilih yang mengandung Pro Vitamin B5. Ini mempunyai kegunaan untuk merawat kesehatan kulit, memberi rasa nyaman, dan menjaga kulit tetap halus," kata Rini Budiyanti, Senior Brand Manager PT Cussons Indonesia,


Agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, Rini menganjurkan pemakaian baby oil yang mengandung Vitamin E. "Vitamin ini juga bermanfaat untuk menciptakan kulit tetap halus, lembut, dan terhindar dari lecet," terangnya dalam program Ibu, Bayi & Balita di SCTV, kerjasama nakita dengan PT Endrass Perdana.


Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan hingga bayi kepanasan. Jika tak punya AC, ventilasi kamar harus baik.


Untuk mengatasi biang keringat, cukup diberi bedak khusus bayi. "Gunakan bedak bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, supaya kulit si kecil tetap halus dan lembut," saran Rini pula.


Lalu, pada jam-jam yang banyak mengeluarkan keringat menyerupai siang hari, lap pecahan badan yang banyak keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu berair non-alkohol. Lakukan sesering mungkin pada bayi yang banyak biang keringat, terutama di daerah-daerah lipatan.



KULIT KEPALA


Yang paling menjengkelkan tapi tak berbahaya ialah cradle crap atau kerak di kulit kepala. Antara lain disebabkan kulit kepala terpolusi udara dan debu. Bersihkan dengan air matang sesudah diberi obat dari dokter. Tapi jangan keras-keras lantaran sesudah diberi obat, bahwasanya nanti akan ngelotok sendiri.


Boleh juga menggunakan baby oil, diamkan kira-kira 10-15 menit, kemudian pijat secara lembut, dilanjutkan dengan pencucian. Tapi ingat, jangan lakukan pijatan atau pembersihan dengan keras. Jika kulit kepala hingga berdarah dan infeksi, sanggup berbahaya. Sebab, ada satu peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.


Usahakan kulit kepala tetap sejuk dan kering, lantaran kerak ini akan makin parah bila kulit kepala berkeringat. Jangan kenakan topi pada bayi kecuali bila sangat diharapkan dan lepaskan topi itu sesudah bayi Anda berada di dalam rumah atau kendaraan.



RAMBUT


Kata Adi Tagor, untuk menumbuhkan rambut bayi bahwasanya tak perlu sampo. Ia lebih menganjurkan pemakaian daun seledri sebagai perangsang. Tapi, boleh-boleh saja menggunakan sampo khusus bayi dan cukup dua kali seminggu.


Rini menyarankan pemakaian sampo bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, supaya rambut tetap sehat, gampang diatur, dan lebih bercahaya. "Untuk membantu pertumbuhan rambut, sanggup dipakai hair lotion yang juga mengandung Pro Vitamin B5 dan Vitamin E yang memperlihatkan kelembaban ekstra pada kulit bayi yang sensitif," katanya.


Untuk bayi kecil, basahi rambutnya dengan semprotan halus atau dengan menuangkan secangkir air. Tambahkan satu-dua tetes sampo dan gosok lembut hingga berbusa. Hindari jangan hingga sampo mengenai mata. Basuh hingga higienis dengan semprotan lembut atau beberapa cangkir air.


Untuk bayi yang sudah sanggup berdiri sendiri, gunakan alat khusus yang sanggup melindungi mata dari pedoman air dan sampo ketika rambutnya dikeramasi.



HIDUNG


Bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri dan tak perlu perawatan khusus. Jika ada cairan atau kotoran yang keluar, bersihkan pecahan luarnya. Jangan gunakan cotton buds, tisu yang digulung kecil atau jari Anda untuk mengeluarkan kotoran dari dalam hidung. Anda hanya akan mendorong kotoran itu lebih jauh ke dalam atau bahkan menggores membran pembatas hidung yang peka.


Jika bayi punya banyak lendir lantaran pilek sehingga menghambat pernapasan, sedot keluar dengan cara mengisapnya oleh ibu secara lembut atau dengan aspirator hidung bayi. Tutup sebelah lubang hidung dengan jari, kemudian isap sebelahnya. Begitu bergantian. Jangan sekali-sekali mengisap kedua lubang sekaligus, lantaran berbahaya. Lendir sanggup naik ke indera pendengaran tengah, sehingga mengakibatkan bisul indera pendengaran tengah.



TELINGA


Seperti hidung, pecahan dalam indera pendengaran juga tak boleh dibersihkan. Anda boleh membersihkan bila kotoran itu sudah mencapai "pintu" keluar atau sesudah melewati "tikungan" di dalam liang indera pendengaran luar. Gunakan cotton buds yang diberi air hangat supaya kotoran jadi lebih lunak, sehingga gampang dikeluarkan. Minta pertolongan dokter untuk membersihkan kotoran yang berada di dalam indera pendengaran dan keras.


Sementara daun indera pendengaran sanggup dibersihkan tiap kali memandikan bayi. Gunakan cotton buds atau kapas yang dibasahi air hangat. Lakukan secara lembut.



MULUT


Sebenarnya lisan bayi tak perlu perawatan khusus. Apalagi hingga menggunakan kasa steril yang dibasahi air matang untuk membersihkan endapan susu di permukaan lidah. Salah-salah malah bikin pengecap lecet. "Endapan susu tak perlu dibersihkan. Setelah usia 3 bulan, endapan susu tak ada lagi, lantaran bayi sudah mulai makan kuliner padat. Jadi, cukup diberi air putih saja untuk membersihkan mulutnya," terperinci Adi Tagor. Setelah bayi tumbuh gigi, sekitar usia 6 bulan, boleh gusi dan gigi dibersihkan sekali sehari dengan kasa steril yang dibasahi air matang.


Penting diketahui, lanjut Adi Tagor, hingga usia sebulan, lisan dan bibir bayi gampang sekali ditumbuhi jamur candida. Jamur ini berasal dari orang dewasa, terdapat di selaput lendir dan lebih sering dijumpai di vagina. Jika tangan ibu tak higienis sesudah memegang vagina, kemudian memegang tangan bayi dan bayi memasukkan tangannya ke mulutnya, maka "hinggap"lah jamur candida di mulutnya. Gejalanya tampak dari munculnya busa-busa putih di area bibir dan mulut. Jamur candida sanggup diobati dengan obat dari dokter.



KUKU


Sejak bayi gres lahir, kuku-kukunya boleh digunting. (Ada yang percaya harus menunggu 40 hari.)Tapi lakukan secara hati-hati, jangan hingga kulitnya ikut tergunting. Setelah digunting, kuku-kuku itu harus pula dikikir. Bila tidak, kuku-kukunya akan tetap tajam dan ini sanggup berbahaya bila hingga mengenai kornea mata. Ingat, bayi selalu menggunakan tangannya untuk menyentuh apa saja, termasuk bagian-bagian wajahnya.


Untuk mencegah kuku-kuku bayi menggores bagian-bagian yang membahayakan, tutuplah dengan sarung tangan ketika bayi sedang tak diawasi. Selama ia dalam pengawasan, tangannya tak usah diberi sarung. Sebab, tangan merupakan pecahan dari pancaindera yang harus dikembangkan, yaitu indera peraba yang justru merupakan indera utama pada bayi. Apalagi bayi gres lahir mulai mengenal dunianya lewat sentuhan. Pegang saja tangannya dengan lembut ketika mau mencakar atau menyentuh sesuatu yang berbahaya.


Pengguntingan kuku bayi sanggup dilakukan ketika ia tidur atau kala terbangun. Minta sumbangan seseorang untuk memeganginya selama Anda menggunting kuku-kukunya. Gunakan selalu gunting kuku bayi yang berujung membulat/tumpul. Untuk menghindari kulit ikut tergunting, tekan "bantalan" jari ke bawah menjauh dari gunting. Jika terjadi "kecelakaan kecil", tekan pecahan yang tergunting dengan pembalut steril hingga darah berhenti dan berikan obat antiseptik.



BOKONG


Area ini gampang terkena masalah, lantaran sering berkontak dengan popok berair dan terkena macam-macam iritasi dari materi kimia serta mikroorganisme penyebab bisul air kemih/tinja, maupun goresan dengan popok atau baju. Biasanya akan timbul gatal-gatal dan merah di sekitar bokong.


Meski tak semua bayi mengalaminya, tapi pada beberapa bayi, gatal-gatal dan merah di bokong cenderung berulang timbul. Tindak pencegahan yang penting ialah mempertahankan area ini tetap kering dan bersih. Jika perjuangan pencegahan tak berhasil, yang sanggup Anda lakukan ialah:




  • Jangan gunakan diapers sepanjang hari. Cukup ketika tidur malam atau bepergian.

  • Jangan ganti-ganti merek diapers. Gunakan hanya satu merek yang cocok untuk bayi Anda.

  • Lebih baik gunakan popok kain. Jika terpaksa menggunakan diapers, kendurkan pecahan paha untuk ventilasi dan seringlah menggantinya (tiap kali ia habis buang air kecil/besar).

  • Tak ada salahnya sesekali membiarkan bokongnya terbuka. Jika perlu, biarkan ia tidur dengan bokong terbuka. Pastikan suhu ruangan cukup hangat sehingga ia tak kedinginan.

  • Jika peradangan kulit lantaran popok pada bayi Anda tak membaik dalam 1-2 hari atau bila timbul lecet atau bintil-bintil kecil, hubungi dokter anak Anda.

  • Penting pula diperhatikan faktor makanan. Para ibu yang menyusui bayinya dengan ASI harus menghindari kuliner yang mengandung lemak, asam dan pedas lantaran sanggup menciptakan bayi sering buang air besar sehingga pantatnya jadi lecet. Ini harus diobati dengan obat dari resep dokter.

Komentar